Cara Mendapatkan Rumah Pertama di Usia Muda, Masih Single, Gaji UMR

Masih muda, masih single, bujangan, belum menikah, tapi sudah punya rumah sendiri. Wow, gimana gak kheren!! Asik bukan? Ah, tapi kayak ini cuma mimpi di siang bolong. Biasanya yang mampu beli rumah itu kalau kita sudah di usia matang, sudah punya banyak tabungan dan sudah mapan keuangannya. Salah besar!! Anak muda baru kerja pun sudah bisa beli rumah sendiri!

Anda belum lama lulus sekolah, baru kerja 1 sampai 2 tahun, punya gaji sebesar UMR atau Rp 2,5 juta – Rp 3,5 juta per bulan, siapa sangka, anda sudah bisa membeli rumah sendiri.

Ini adalah peluang yang jangan sampai dilewatkan terlebih disaat kita masih berusia sangat muda, di bawah 25 tahun, belum menikah, sehingga belum memiliki tanggungan, SEGERALAH MEMBELI RUMAH PERTAMA!

Ketika kita masih single dan memiliki uang sendiri, wajar jika kita ingin menikmati uang hasil jerih payah kita untuk kesenangan pribadi. Mumpung masih belum ada tanggungan, kita merasa bebas menggunakan uang gaji untuk membeli apapun yang kita mau, toh makan sehari-hari dan tempat tinggal masih bisa ikut orang tua.

Menikmati uang hasil kerja keras memang tidak ada salahnya, tetapi, jangan dihabiskan semua. Dari pada uang gaji anda habis untuk hal-hal yang gak jelas, seperti belanja barang-barang konsumtif, gonta-ganti handphone, foya-foya, dan gaya hidup boros hanya untuk sekedar eksis dan pamer gaya hidup, sebaiknya mulailah sebagian disisihkan untuk berinvestasi. Mulai berinvestasi di usia yang masih sangat muda (di bawah 25 tahun) akan mendatangkan manfaat dan keuntungan yang luar biasa dalam beberapa tahun ke depan, di usia kita yang masih tetap muda juga. Salah satu cara berinvestasi adalah dengan membeli sebuah properti atau rumah.

Seperti yang semua orang tahu, beli rumah atau properti itu PASTI UNTUNG! Gak ada yang beli properti itu rugi. Selain harganya naik terus, kita juga memperoleh manfaat tambahan seperti :  dapat menempatinya untuk kebutuhan pribadi sebagai tempat tinggal atau disewakan kepada orang lain dan kita mendapat penghasilan tambahan.

Apalagi di saat masih muda, masih single, belum banyak kebutuhan, rumah / properti yang kita beli pun gak perlu yang muluk-muluk. Tidak perlu yang terlalu ideal untuk ditempati baik dari sisi fisik bangunannya maupun lokasinya. Bangunan yang sederhana apa adanya serta lokasi properti yang jauh ke pinggiran kota atau biasa disebut “tempat jin buang anak” pun TIDAK MASALAH!!

Anda pikir properti-properti paling TOP saat ini seperti di Tangerang Selatan (Serpong), Timur Jakarta (Bekasi, Tambun, Cikarang, Karawang), Bypass Soekarno-Hatta, Jatingangor, Cileunyi, Cibiru, Cimahi (Bandung) dulunya seperti apa?? Dulunya juga sepi dan jauh ke mana-mana, alias tempat jin buang anak.

Dulu orang-orang malas beli di sana bahkan orang yang sudah beli tidak jarang dipandang sebelah mata dan dianggap bodoh oleh rekan-rekannya, “Ngapain lu beli rumah di tempat gak jelas seperti itu?? Jauh ke mana-mana, gak ada fasilitas apa-apa, serba susah…dst..dst”. Tetapi, seiring berjalannya waktu, semakin ramai penghuninya, semakin berkembang pula kawasannya serta fasilitas umumnya yang ujung-ujungnya semakin naik nilainya ber kali-kali lipat hingga teman-teman yang dulu ngeledekin anda tidak mampu membelinya. Sementara anda sudah mengantongi keuntungan besar dari kenaikan harga propertinya dan yang penting “ANDA SUDAH PUNYA RUMAH!”

Jangan terlalu memusingkan kondisi rumahnya, pilihlah yang terbaik di antara kondisi apa-adanya tersebut, dan yang paling penting cek kredibilitas pengembangnya.



Sekarang, bagaimana caranya anak muda kemarin sore bisa tiba-tiba beli rumah sendiri?

Dengan kondisi anda saat ini yang masih muda dan penghasilan UMR, cara memiliki rumah pertama adalah dengan MEMBELI RUMAH SUBSIDI.

Ya, rumah subsidi diperuntukkan bagi masyarakat Indonesia yang belum memiliki rumah dah ingin membeli rumah pertama. Mereka biasanya membatasi kriteria pembeli yaitu dengan penghasilan di bawah 5 juta per bulan, hanya boleh membeli 1 rumah saja per orang dan proses pembelia harus kredit melalui bank alias tidak boleh cash langsung lunas. Orang yang sudah memiliki rumah di tempat lain sebelumnya dan mereka yang memiliki penghasilan di atas 5 juta per bulan tidak akan diperbolehkan membeli rumah tersebut.

Anda dengan gaji fresh graduate atau pekerja baru yang rata-rata tidak jauh dari UMR atau kisaran 2,5 – 3 juta per bulan, tentu masuk dalam kriteria calon pembeli tersebut.

 

Apakah itu rumah subsidi?

Rumah subsidi adalah rumah murah tipe 20 atau tipe 36 dengan harga saat ini di tahun 2017 berkisar antara Rp 100 juta -Rp 150 juta. Dikatakan rumah subsidi dikarenakan proses kepemilikan rumah ini dibantu oleh pemerintah agar masyarakat berpenghasilan UMR mampu membeli rumah.

Bantuan tersebut sering berupa uang muka yang sangat ringan hanya 5% dari total harga dan uang muka ini dapat dicicil hingga beberapa bulan. Bahkan di tahun 2017 ini pemerintah kembali memberikan keringanan uang muka hanya 1% saja dari total harga.

Bantuan lain berupa bunga cicilan KPR yang sangat kecil, jauh di bawah bunga pasaran yaitu hanya sebesar 7,5% per tahun. Sangat jauh di bawah bunga kredit pada umumnya yang mencapai 12% per tahun. Bahkan di tahun 2017 ini kembali pemerintah memberikan bantuan dengan kembali menurunkan suku bungan menjadi 5% saja!!

Bantuan terakhir adalah masa cicilan kredit yang panjang yaitu antara 10-15 tahun bahkan saat ini sudah mencapai 20 tahun.

Dengan berbagai keringanan di atas, calon pembeli cukup menyediakan uang muka sebesar Rp 2 juta – Rp 7 juta saja itupun masih dapat dicicil selama beberapa bulan / beberapa kali cicilan. Biasanya antara 4-6 bulan untuk mencicil uang muka tersebut.

Selain itu, setelah akad kredit dengan bank dan KPR anda disetujui, biaya cicilan per bulannya selama 10-20 tahun berkisar antara Rp 800 ribu – Rp 1 juta-an per bulannya.

Dengan biaya seperti di atas, kami yakin, anak muda seperti anda dengan penghasilan UMR pasti dapat membelinya dan bank kemungkinan besar akan menyetujui pengajuan kredit KPR anda dengan pertimbangan pihak bank bahwa anda masih sangat muda, memiliki penghasilan yang masuk dalam kriteria kredit serta belum memiliki beban tanggungan keluarga. Kondisi anda tersebut dinilai bank sebagai kondisi yang aman untuk menjalankan kredit dan kecil kemungkinan terjadi kredit macet.

Kesempatan emas bukan!?

 

Di mana kah lokasi dari rumah-rumah subsidi?

Rumah subsidi biasanya terletak di daerah pinggiran, jauh dari kota, di mana harga tanah masih murah dan dikelilingi perkampungan dan sawah. Memang cocok menyandang predikat “tempat jin buang anak”, tapi jangan salah, semua perumahan-perumahan top saat ini dulunya juga dikelilingi sawah.

Untuk daerah Jabodetabek kita bisa menemukan rumah bersubsidi di sekitar Bogor seperti Cileungsi, Parung dan Cibinong. Kemudian di sekitar Depok, Cinere, Ciputat, lalu banyak juga di daerah Cikarang – Cibarusah.

Untuk daerah Bandung, kita bisa menemukan rumah bersubsidi di daerah Banjaran, Rancaekek, Cileuinyi, dan Jatinangor.

Untuk daerah-daerah lain bisa ditemukan di setiap pinggiran kota besar.



Apa saja syarat-syarat yang dibutuhkan untuk berhasil memperoleh rumah subsidi?

Anda datangi kantor pengembang rumah subsidi di manapun dengan membawa syarat-syarat  yang cukup mudah, antara lain:

  • Anda harus belum memiliki rumah, alias ini akan menjadi rumah pertama anda.
  • Penghasilan di bawah batas atas yang sudan ditetapkan, biasanya di bawah Rp 5 juta
  • Mempersiapkan data-data diri berupa KTP, Kartu Keluarga, surat keterangan kerja dan slip gaji bulanan yang menunjukkan penghasilan anda.
  • Menyiapkan uang  booking fee untuk membooking unit yang ingin anda beli, biasanya sebesar Rp 500 ribu.
  • Menyiapkan uang muka sebesar Rp 2juta – Rp 7 juta untuk pembayaran awal dan dapat dicicil selama 4-6 bulan.

Setelah semua syarat terpenuhi tinggal menunggu hasil approval dari bank. Anda akan di survei ke rumah tempat tinggal anda saat ini dan ke kantor tempat anda bekerja. Apabila semua lancar maka proses kredit akan disetujui oleh bank dan pengembang langsung memulai pembangunan unit rumah tersebut. Anda tinggal menunggu saja hingga pembangunan rumah selesai (sambil mencicil uang muka), dan setelah semua selesai maka pada akhirnya RUMAH TERSEBUT MENJADI MILIK ANDA!

 

Nah, kira-kira seperti apa ya bentuk atau wujud rumah bersubsidi itu?

Namanya juga rumah subsidi, rumah murah, sudah pasti akan berukuran kecil. Umumnya memiliki luas 21m2 hingga 36m2 atau sering disebut Tipe 21 dan Tipe 36. Tetapi untuk rumah subsidi kebanyakan adalah yang bertipe 21.

Kondisi lingkungan memang masih banyak keterbatasan seperti, jauh dari jalan akses utama, infrastruktur jalan dalam perumahan pun biasanya belum terlalu baik alias masih berbatu kerikil atau diaspal kasar. Belum ada kendaraan umum langsung. Tetapi listrik dan air bersih sudah tersedia.

Dan yang pasti masih sangat sepi dan gelap saat malam tiba.

Kondisi bangunan dibuat dari material alam pada umumnya, biasa dinding terbuat dari batako, atap genteng beton dengan rangka atap baja ringan. Kusen pintu dan jendela dari kayu murah dengan daun pintu dobel tripleks. Lantai dilapis keramik putih dengan plafond tertutup tripleks atau GRC.

Berikut ini beberapa contoh foto rumah-rumah subsidi yang sudah dibangun oleh pengembang:

 

Secara tampilan umum memang berkesan apa adanya, jadi, ketika anda melakukan survei ke lokasi dan melihat unit-unit contoh rumah yang sudah terbangun, usahakan kualitasnya tidak jauh dari foto-foto di atas. Baik kualitas bangunan maupun kualitas lingkungannya. Apabila hasil pembangunan yang anda lihat lebih jelek dari contoh di atas, ada baiknya anda cari pengembang lain saja.

Rumah-rumah di atas mungkin terlihat tidak istimewa, tetapi, setidaknya sudah dapat di huni jika memang anda ingin menempatinya sendiri. Dan yang pasti, seiring waktu berjalan akan semakin banyak penghuninya dan akan meningkat nilainya.

Bayangkan saja jika di usia 20 tahun-an anda sudah memiliki properti, saat usia anda menginjak 35-40 tahun berapa nilai properti yang sudah anda beli 10-15 tahun yang lalu? Pasti tidak akan terbayang kenaikan nilainya.

Bukan lagi 20%, 50% tapi bisa ber kali-kali lipat dari harga awalnya.Rumah sederhana di lingkungan yang sederhana, yang dulu dibeli seharga 100jt, dalam waktu 10 tahun nilainya bisa naik menjadi 300-500jt.

Bahkan orang yang memiliki properti / rumah pertama di usia sangat muda cenderung ketagihan untuk membeli properti-properti lainnya karena dalam waktu 10-15 tahun ke depan sudah pasti cicilan KPR rumah tersebut lunas. 10 tahun kemudian, di usia yang masih 30 tahun-an yang masih sangat muda, memungkinkan untuk membeli rumah baru lagi secara KPR.

Demikian seterusnya, orang ini akan terpacu semangatnya untuk bekerja keras dan kembali membali properti lainnya. Saat mencapai usia 40 tahun, anak-anak muda seperti ini kemungkinan telah memiliki lebih dari satu properti, bisa 2, 3 bahkan 5 properti dst.

Bayangkan, di usia 35 – 40 tahun, anda sudah mendapat keuntungan properti yang besar serta memiliki beberapa properti lagi, sudah pasti hidup anda, masa depan anda dan keluarga lebih terjamin dan makmur. Anda dapat menggunakan properti-properti anda sebagai tabungan untuk berbagai kebutuhan produktif di rumah. Bisa dikontrakkan dan memberikan penghasilan, bisa digadaikan untuk biaya kuliah anak-anak anda kelak, bahkan bisa untuk tabungan di hari tua nanti.

Jadi, mulailah sekarang hunting-hunting di koran / internet cari rumah-rumah murah yang dijual.

Jangan tunggu keburu menikah, punya anak, punya tanggungan, bayar sekolah anak, dll. keburu berat…repot nanti…dan ujung-ujungnya sulit untuk bisa membeli rumah sendiri karena sudah terlanjur banyak kebutuhan yang harus dibayar dan yang pasti, semakin ditunda maka harga rumah akan semakin mahal dan sulit dijangkau!!

Kalau sudah menemukan rumah yang cocok dan pengembangnya dapat dipercaya ..sudah jangan ragu-ragu lagi…langsung BAYAR BOOKING FEE dan proses akad kreditnya :).

Ibarat kata pepatah “Jika ingin memelihara burung dara, siapkan dulu sangkarnya, barulah burung dara tersebut akan masuk”.  Ingat, cowok bujangan tapi sudah punya rumah akan lebih gampang dapat pacar atau calon istri dan yang pasti, akan lebih disayang oleh calon mertua hi hi hi hi…..Tapi cewe juga jangan mau kalah lho, cewe juga bisa kok beli rumah sendiri.

Semoga sukses.



Sumber artikel : original klikarsitek.com , pengalaman pribadi penulis yang sudah berhasil memiliki beberapa rumah dan unit apartemen di usia 35 tahun, karena memulai membeli rumah pertama di usia 25 tahun dan pada waktu itu masih belum menikah dengan gaji mendekati UMR.

Sumber gambar : google search image

Save

Save

Save

Save

Save

Leave a Reply